Follow Us @nadiahasyir


Sunday, July 11, 2021

REVIEW N+ CLEAR TONER BY CHARIS | NADIA HASYIR

12:26 AM 0 Comments
There will be a bad day in between the good days, begitupun kesehatan kulit. Tepat dua bulan lalu kulit wajahku mengalami iritasi - in all over my round face area, dari yang awalnya baik-baik aja tiba-tiba gatel banget. Aku coba calming dengan sheet mask selama 2 hari kemudian di hari ketiga, mukaku memerah dengan tekstur dan muncul banyak jerawat. Gawat darurat! Aku segera cari beberapa skincare yang berfokus untuk jerawat yang meradang dan iritasi, salah satunya aku mencoba N+ CLEAR TONER untuk skincare step pertamaku. Hari ini tepat 2 bulan aku banyak quality time dengan toner ini dan ku pikir sudah saatnya untuk membagikan cerita pengalamanku menyembuhkan kulitku bareng N+ CLEAR TONER.

DESKRIPSI PRODUK
N+ Clear Toner adalah produk skincare jenis toner yang memiliki klaim "natural protector for your skin". Memiliki 3 manfaat, yaitu sebagai: soothing, exfoliating, dan sebum control. Produk ini memiliki kemasan berbentuk botol semprot bervolume 155ml dengan tutup putih dan botol biru.

HERO INGREDIENTS PRODUK
N+ Clear Toner secara umum memiliki 4 manfaat besar, yaitu:
1. Sebagai eksfoliator ringan yang digunakan untuk sehari-hari karena mengandung ekstrak willow bark putih dan betaine salicylate, sehingga dapat menenangkan dan mencerahkan kulit.
2. Sebagai penghidrasi untuk kulit karena mengandung madecassoside, madecassic acid, asiaticoside, dan asiatic acid, sehingga dapat me-maintain keseimbangan kelembaban dan minyak pada kulit.
3. Sebagai pengontrol sebum dan perawatan untuk pori-pori karena mengandung ekstrak bunga evening primrose, ekstrak daun Pinus palustris, ekstrak akar Pueraria lobata, dan ekstrak akar Ulmus davidiana, yang mana ingredients tersebut telah dipantenkan sebagai ingredients yang mampu membantu dalam mengontrol sebum dan merawat pori-pori kulit.
4. Sebagai penenang kulit dan memberikan efek anti-bakteri karena mengandung ekstrak Salix alba willow bark, ekstrak daun Origanum vulgare, ekstrak Cinnamomum cassia bark, ekstrak Portulaca oleracea, ekstrak daun Chamaecyparis obtusa, ekstrak akar Scutellaria baicalensis, dan hasil fermentasi kedelai dan Lactobacillus. Tujuh anti-bakteri natural ini mampu mencegah bakteri timbulnya jerawat aktif sehingga mampu melindungi dan menenangkan kulit.

CARA PAKAI
N+ Clear Toner bisa digunakan dengan 3 cara, yaitu:
1. Direct-apply dengan menyemprotkan secara langsung ke wajah yang sudah bersih.
2. Menggunakan kapas dengan menyemprotkan terlebih dahulu isinya ke kapas, kemudian mengusapkan kapas ke seluruh area wajah atau di tap-tap.
3. Menggunakan sheet mask khusus dengan menyemprotkan ke sheet mask, kemudian memasangkan ke wajah.

KARAKTERISASI PRODUK
Tekstur N+ Clear Toner ini adalah cair seperti air karena bentuk aslinya adalah cairan. Tidak berwarna aka bening dan memiliki aroma khas skincare dengan natural ingredients tanpa tambahan fragrance, sangat lightweight dan tidak mengganggu sehingga mampu memberikan efek relaksasi sekaligus ketika dipakai.

KESAN PEMAKAIAN PRODUK
Aromanya yang sangat natural jujur saja memberikan sugesti kepada aku sebagai pemakai bahwa produk ini betul-betul mengandung natural ingredients yang nggak abal-abal. N+ Clear Toner ini aku pakai 3x sehari, yaitu: pagi setelah mandi, sore setelah mandi, dan malam sebelum tidur. Pemakaiannya di tahap pertama skincare.

Kulitku menjadi terhidrasi setelah sebelumnya kulitku cukup kesat karena memakai sabun wajah untuk menghilangkan kotoran dan minyak berlebih di wajah. Kelembaban normal kulit asli juga dikembalikan tanpa memberikan efek berminyak (greasy). Beberapa jam pemakaian tanpa layering dengan produk lain, aku sih merasa kulitku jadi nggak gampang berminyak, seperti ditahan produksi minyaknya.

Aplikatornya yang semprot membuat produk ini sangat praktis dibawa dan efisien dipakai. Hanya saja aku agak bingung apakah karena tipe semprotan atau memang ingredientsnya, ketika disemprotkan ke kulit, partikel air dari produk ini tuh nggak langsung menyerap ke kulit. Butuh waktu cukup lama untuk tunggu produknya meresap, definisi bener-bener kayak air gitu loh. Kan air nggak cepet yak keringnya di kulit kalo nggak lagi matahari di ubun-ubun tuh. Buat temen-temen yang suka apply skincare step selanjutnya harus nunggu produk pertama kering, kayaknya bakal bete deh pakai ini. Tapi buat yang penganut "raup pakai skincare", I think it will be fine.

Pemakaian dalam jangka waktu lama lucky me bikin kulitku yang iritasi perlahan membaik. Mengurangi kemerahan. Memang aku layer pakai serum dan another skincare sih untuk sehari-hari, terutama malam. Aku pakai bakuchiol serum juga sebelum bobo. Tapi as a note, selama aku memakai N+ Clear Toner dengan atau tanpa layering, mukaku menunjukkan banyak hal positif ke arah membaik.
HARGA DAN BELI DIMANA?
Sejauh ini produk-produk skincare Korea aku selalu percaya beli di Charis, udah lama dan nyaman juga beli disini (not sponsored anyway). Cuma ya, memang udah nyaman. Mereka juga terus berkembang, sekarang officially beberapa produk-produknya juga udah ada yang bisa local shipping, jadi lebih murah di ongkos kirim. N+ Clear Toner ini juga local shipping loh!

Beli di hicharis.net/nadiahasyir/1ACe yaa.. Harga normalnya terakhir IDR 295.000 an. Tapi per hari ini aku cek di Charis lagi ada diskon jadi IDR 252.000 aja. 

IS THAT WORTH IT?
Menurutku sih dengan natural ingredients yang banyak banget dengan advance production dan hasilnya yang ngaruh di mukaku, worth to try banget sih.

PROS
- Ngaruh dan punya peran buat meredakan iritasi dan radang jerawatku.
- Melembabkan dan menghidrasi kulit
- Bentuk kemasan dan aplikator yang praktis tinggal semprot
- Watery based, nggak bikin kulit berminyak.

CONS
- Butuh waktu lama untuk produknya meresap (definis mirip air plek ketiplek)

Okay,
Aku rasa cukup untuk review-nya kali ini. Makasih banyak udah mampir dan semoga bermanfaat, bisa jadi referensi bagi kalian pejuang jerawat dan pecinta skincare!

Oh ya kalau nanti ada yang beli, tag / mention aku ya di Instagram @nadiahasyir.

Sampai jumpa!

Let's spread knowledge with love, ❤
Nadia Hasyir

Saturday, March 6, 2021

ANAK DEMAM DI KALA PANDEMI (NEWBIE MOM JOURNEY)

10:28 AM 0 Comments
Berbicara tentang kesehatan, di 2020 lalu doa terbesar dengan penuh harap saya adalah agar keluarga senantiasa diberikan kesehatan, berharap keluarga kecil saya tidak perlu didatangi jenis penyakit apapun supaya kami hanya perlu #StayAtHome saja. Atas izin Allah, ternyata anak laki-laki saya diberi sakit demam 2x dalam setahun kemarin.
Source: Canva

Sebagai newbie mom perasaan panik dan takut jelas menghampiri saya. Bagaimana tidak, baru punya anak, masih perlu banyak beradaptasi, datang penyakit di kala pandemi pula. Namun saya berjuang untuk tetap fokus dan rileks agar bisa membuat keputusan dan tindakan tepat untuk berupaya memulihkan kesehatan anak saya tanpa perlu datang ke tempat berobat (a.k.a puskesmas, klinik, dan atau rumah sakit).

DISCLAIMER, apa-apa yang saya lakukan selama anak demam di kala pandemi jangan dijadikan patokan untuk ditiru 100% tanpa dianalisis dulu ya, ma. Karena ini based on my story. Perlu ditelaah lagi, dikosnultasikan, dan didiskusikan dengan keluarga atau dokter sebelum betul-betul jika ingin diikuti. Kisah yang saya bagi sebagai newbie mom ini semoga bisa dijadikan pencerahan dan trigger semangat buat mama yang sedang berjuang yang mengupayakan anaknya agar sembuh dari demam.

1. Searching
Hidup di era digital membuat pikiran pertama saya jatuh kepada gadget. Saya melakukan pencarian keyword DEMAM PADA ANAK di situs pencarian online untuk mencari tahu penyebab demam pada anak secara general agar mendapatkan sedikit banyak hipotesis apa penyebab demam pada anak saya.
Source: Canva

2. Bounding dan Rajin Mengkompres
Namanya lagi nggak enak badan, anak pasti bawaannya ingin lebih diperhatikan. Saya berusaha berikan dekapan dan kasih sayang yang lebih ekstra agar membuat dia nyaman dan bounding antara ibu dan anak semakin kuat. Umumnya, demam pada anak akan lebih tinggi di malam hari. Selama itu saya usahakan rajin mengkompres baik dengan air hangat atau dengan menggunakan produk yang sering dijual di mini market.
Source: Canva

3. Tidak Terburu-Buru Memberikan Obat Penurun Panas
Sebagai alumni mahasiswi sains, saya percaya bahwa demam adalah bentuk respon tubuh manusia ketika tubuh mengenali, menghadang, dan melawan benda asing yang berusaha masuk ke tubuh dengan kerja antibodi manusia. Ya, karena saya mempercayainya, saya memberikan kesempatan untuk sistem imun anak bekerja melawan zat asing tersebut. Tidak terburu-buru memberikan obat penurun panas, saya lebih intens memberinya supply makanan minuman bergizi seimbang, suplemen, dan vitamin untuk membantu sistem imunnya bekerja.
Source: Canva

4. Berkonsultas dengan Dokter via Daring
Pada masa pandemi tahun lalu, ibarat mau belanja ke depan rumah aja takut, apalagi ke rumah sakit. Saya mengambil keputusan untuk berkonsultasi dengan dokter kenalan saya secara daring. Saya juga seringkali memanfaatkan aplikasi HALODOC di handphone untuk terhubung dengan dokter ketika memiliki keluhan terkait dengan kesehatan. Cara konsultasinya yang mudah membuat saya nyaman menggunakan aplikasi tersebut. Cukup sign in apabila sebelumnya sudah pernah melakukan sign up. Konsultasi dengan dokter umum biasanya gratis dan jika ingin konsultasi dengan dokter spesialis, pembayarannya bisa dilakukan menggunakan Go-Pay.
Source: Canva

Setelah berkonsultasi, dokter memberikan win win solution untuk dilakukan tes lab dengan sampel darah. Pengambilan sampel dilakukan di rumah dengan petugas menghampiri kediaman saya. Petugas ini bukan dari HALODOC, namun saya menghubungi laboratorium yang dekat dari rumah dan terpercaya oleh keluarga saya.

Fyi, waktu awal-awal pandemi saya juga pernah konsultasi melalui HALODOC terkait suplemen apa yang sebaiknya saya dan keluarga konsumsi selama pandemi. Setelah diresepkan oleh dokter, bisa ditebus langsung melalui aplikasi atau beli di apotek. Karena saya tinggal di daerah pinggiran perkotaan, akses untuk apotek HALODOC biasanya kurang mendukung. Jadi saya membeli melalui apotek terdekat namun dengan anjuran resep dokter yang sudah saya kantongi sebelumnya.

Hasil lab keluar, dengan sisa-sisa ilmu yang saya peroleh sebagai alumni mahasiswi sains, saya menganalisis data yang ada di dalam hasil lab tersebut dan tentu mengkonfirmasikannya ke dokter kenalan saya untuk meminta pencerahan. Setelah menganalisis data tersebut, alhamdulillah saya bisa mengetahui penyebab demam pada anak saya dan siap melanjutkan ikhtiar untuk pemulihan.

5. Memberikan Makanan dan Minuman yang Immuno-boosting untuk Anak
Saya tidak bisa menceritakan secara detail apa penyebab demam pada anak saya karena kepentingan privasi. Namun pada intinya, saya akhirnya memberikan supply makanan dan minuman yang menunjang agar defisit beberapa hal yang sudah diketahui dari hasil lab anak saya nilainya menjadi normal, yang mana goal akhirnya adalah sistem imunnya bekerja dengan semestinya demam menjadi turun.
Source: Canva

Alhamdulillah beberapa hari kemudian demam anak saya sudah turun dan dia bisa bermain dengan riang gembira kembali. Sekian secuil cerita pengalaman saya selama menjadi newbie mom. Semoga bermanfaat!

Selain hidup sebagai seorang ibu dan istri, saya juga memerdekakan diri saya untuk memiliki hak menjadi seorang individu. I express myself to do what do I love, doing my hobby, yaitu bikin konten seputar beauty positivity and self-love dan berbisnis hijab for mom n pakaian anak. Kindly check my Instagram to keep in touch with me @nadiahasyir @catberry.id.

See you, mama!
Let spread knowledge with love, ❤
Nadia Hasyir