Follow Us @nadiahasyir


Thursday, November 26, 2020

NOVEMBER FAVORITES 2020

1:55 PM 0 Comments
Assalamu'alaikum, beauties. Akhir bulan sudah datang dan karena lagi ada waktu untuk menulis, aku menyempatkan untuk mengisi blog ini supaya tidak usang. Tulisan kali ini aku akan membagikan ke kalian November Favorites 2020 aku, yaitu produk-produk apa aja yang aku suka di bulan November ini. Sebenarnya ada beberapa produk yang aku suka, tapi mengingat bulan depan kita sudah memasuki akhir tahun. Aku sudah berniat untuk membuat Makeup Collection & Skincare Collection 2020 di youtube. Aku punya 3 produk lipstick yang belakangan ini lagi aku suka banget dan aku akan menebar racun cinta produk lipstick yang lagi aku suka ini ke kalian. Siap-siap ya, hehe.
1. Indoganic Beauty Lip and Cheeck
Lipstick pertama yang aku suka datang dari brand lokal. To be honest, sebelum covid19 aku dikirimin Indoganic produk-produk mereka dan lipstick ini termasuk salah satunya. Memiliki konsep 2in1 product, selain sebagai alat makeup, lipstick ini juga telah mengandung beberapa ingredients skincare, sehingga ketika kita memakainya terasa sedang menggunakan skincare juga.
Aku memiliki 2 shades, ada: Natural Nude dan Rossy Red. Seperti namanya, natural nude untuk finish yang terkesan natural dan rossy red untuk finish red lips yang terkesan bold. Lipstick ini sangat melembabkan dan sangat mudah diaplikasikan ke bibir. Tidak membuat bibir kering. Fact, di dalamnya mengandung Jojoba oil, Shea butter, dan beberapa ingredients skincare lain sehingga betul-betul melembabkan. Aku nggak perlu lagi pakai lip balm sebelum pakai lipstick ini. Meski texturenya oily, tapi warnanya sangat pigmented untuk sekali swatch.
Lipstick ini transfer dan nggak tahan lama. Tapi untuk aku yang masih #StayAtHome hingga November ini, nggak transferproof justru membantu aku banget untuk cepet-cepet menghapus makeup ketika sudah saatnya di hapus. Beda lagi ya kan kalau kita lagi di luar rumah, ketemu banyak orang, mungkin aku akan membutuhkan matte lipstick.

Anyway, alasan aku suka lipstick ini selain dari pada kelebihan yang aku sebutkan tadi, teksturnya sangat light weight alias ringan dan ini bikin aku nyaman kek lagi sama dia. Iya dia, eh. Heheh.

2. Blackrouge Airfit Velvet Tint Beauty and Midnight (BAM)
Lipstick satu ini sebenarnya sudah pernah aku ulas di youtube channel aku bersama 2 lipstick dari Blackrouge dengan season yang berbeda. Ini lipstick dari Korean Brand. Season Blackrouge Lip produk ini sebetulnya ada banyak. Tapi yang aku punya selain BAM ini ada season blueming garden dan the red. Kenapa aku paling suka sama yang season BAM?
Sebetulnya agak nggak adil sih memilih BAM ini dibandingkan Blackrouge yang lain. Karena menurutku ketiganya punya formulasi yang sama. Perbedaannya ada di aroma, shade, dan desain kemasan. Tiap season tuh punya beberapa shade dan aku hanya punya 1 shade untuk 1 season. Season BAM ini aku punya yang A23. Warnanya ini berani, merah, tapi cenderung ke warna orange. Lebih masuk di kulitku untuk mendapatkan look makeup anak baik-baik dan natural. 
Pun sebetulnya aku cukup sulit memilih satu diantara ketiga lipstick dari Blackrouge yang aku punya ini. Ketiganya punya karakter tekstur velvet yang menawan banget. Jadi dia ini bukan liquid dan bukan pula creamy. Orang awam mungkin akan mengira teksturnya kering tapi sebetulnya tidak. Dia hanya cepat sekali ngeset di bibir ketika diaplikasikan. Typical menggumpal tapi mudah didistribusikan dan diblend. Aku biasa pakai di area bibir dalam dan aku tap tap ke arah luar untuk dipakai sebagai ombre lips, and it works. Karena tekstur velvet ini aku jadi bisa nyaman bikin ombre lips. Hal yang paling sulit terjadi ketika aku pakai liquid atau creamy lipstick. Biasanya aku suka kebablasan bikin full lips gitu.

Anyway, lipstick dari Blackrouge ini dia ngestain. Jadi ketika produknya sudah hilang dari bibir, entah kena minyak atau sudah dihapus, akan ada sedikit warna yang tertinggal. Which means itu bikin kita kelihatan lebih fresh ketika dalam keadaan no makeup.

3. Self Coding Lipstick
Aku punya shade XOXO dari lipstick ini. Masih dari Korean Brand, pertama yang bikin aku jatuh hati adalah kemasannya yang sangat anti mainstream dibandingkan dengan kemasan-kemasan lipstick pada umumnya. Warnya putih, desainnya tidak berisik, dan sangat elegan menurutku. Warna shadenya sendiri merah cenderung kemerahmudaan. Hasil looknya akan bold. Berbeda dengan 2 lipstick yang aku bahas sebelumnya, aku perlu memakai lip balm terlebih dahulu sebelum memakai lipstick ini. Karena kalau tidak, akan sangat susah diaplikasikan dan seringkali menimbulkan warna yang kurang sempurna dan merata. However, setelah selesai mengaplikasikannya, untuk mendapatkan makeup bold, shade XOXO ini juara sih.
Kemasannya paling mini dibandingkan dengan 2 lipstick sebelumnya. Jadi sangat travel friendly karena mudah disimpan di kantong.
So, tulisan ini aku buat untuk ikut berpartisipasi dalam monthly collaboration teman-teman HBBV (Hijabers Beauty Blogger Vlogger). Semoga teman-teman HBBV selalu solid. Kalau kalian pengen cobain 3 lipstick yang aku ulas tadi, ini rekomendasi online shop yang trusted dari aku yaa..
Indoganic Beauty: 
Blackrouge Airfit Velvet Tint BAM:
SelfCoding:

See you next time,
Let's spread knowledge with love.
Xoxo,
Nadia

Sunday, November 1, 2020

OOTD Plus Size: Styling Outfit Memakai Batik Jowo Ind ala Nadia Hasyir

9:48 AM 1 Comments

Beberapa hari sebelum Hari Batik Nasional awal bulan Oktober lalu, saya menerima paket dari salah satu brand fashion lokal yang memiliki koleksi pakaian batik. Sebetulnya saya tidak diminta untuk menulis ulasan mengenai produk yang saya dapat kemarin di blog ini. Namun setelah melalui berbagai macam pertimbangan, akhirnya saya menulis hari ini.


Seperti yang kamu tahu, saya memiliki tipikal badan plus size, atau bahasa sederhananya, gendut / berbadan besar. Dari yang saya alami selama hidup ini, memilih pakaian batik yang kualitas bahannya terjamin, jahitan dan potongannya rapi cukup sulit ditemukan. Sekali ada yang bagus, eh ternyata mahalnya bukan main. Begitu cari yang murah, eh ternyata mudah robek. Untuk memiliki pakaian batik, seringkali saya harus melalui beberapa step dulu, yaitu: membeli kain di toko tekstil, lalu menggunakan jasa tukang jahit andalan keluarga besar saya untuk menjadikan kain yang saya beli sebagai pakaian batik dengan desain yang sesuai dengan keinginan saya.

Sewaktu saya scrolling Instagram @jowo.ind, menurut saya referensi koleksi pakaian batik wanitanya memang tidak sebanyak dan sedetail koleksi pakaian batik pria. Namun waktu barangnya sampai, cukup membuat saya kagum pada pandangan pertama.

Sebelum saya melanjutkan ke ulasan produk, beberapa hari yang lalu saya berkesempatan menulis artikel di mybest, sebuah situs rekomendasi produk. Disana saya menulis koleksi apa saja yang menjadi andalan saya untuk mengubah insekyur menjadi bersyukur, untuk menjadi pribadi yang percaya diri dengan segala kelebihan dan atau keterbatasan yang saya miliki. Kamu bisa baca artikelnya disini (https://my-best.id/lists/132150)

KEMASAN (PACKAGING)
Saya sempat membuat video unboxing paket dari @jowo.ind di Instagram feeds saya. Kalau kamu mau lihat, bisa kunjungi Instagram saya di @nadiahasyir. Sebagai gambaran umumnya saja, pakaian batik yang saya dapat dikemas di dalam kemasan kardus box berwarna coklat dengan logo Jowo Ind. Super classic dan logonya cukup mencerminkan khas Jawa mengingat bentuknya yang mirip dengan bentuk salah satu motif batik dan mirip-mirip bentuk aksara jawa, If I am not mistaken.

Setelah box dibuka, saya menemukan beberapa kartu yang berisi: nama brand, pengenalan Jowo Ind tentang historical asal nama Jowo Ind yang di dalamnya terdapat peta Indonesia dengan desain batik, kartu ucapan terima kasih yang ditulis menggunakan bahasa Jawa krama "Matur Suwun", serta kartu informasi cara merawat batik agar senantiasa awet dan tetap bagus sepanjang masa. Baik dari segi warna dan motif batik, kain batik, hingga jahitannya. Menurut saya, dengan adanya kemasan yang menarik dan dilengkapi dengan detail-detail informasi semacam ini membuat saya sebagai konsumen cukup merasa sangat terkesan dengan Jowo Ind dan akan dengan mudah mengingat Jowo Ind jika nanti saya ingin membeli pakaian batik lagi.

PAKAIAN BATIK PREMIUM WANITA JOWO.IND
Pakaian batik premium by Jowo Ind yang saya miliki memiliki ukuran jumbo lebih kurang dengan LD 120cm. Bagian lengannya berbentuk sedikit melebar di ujung dengan ukuran 3/4. Sebagai hijaber saya membutuhkan manset dalam untuk dipakai sebelum pakaian ini agar aurat tetap terlindungi. Namun untuk teman-teman yang tidak berhijab, model lengan seperti ini sangat sesuai untuk mendapatkan outfit yang terkesan sopan.

Bagian bawahnya membentuk cuttingan oval terbalik yang memberi kesan seperti model kelelawar. Batik premium ini adalah batik printing. Motif dasar batik ini berbentuk salur yang dijahit berbentuk vertikal sehingga memberi kesan badan terlihat lebih ramping jika dipakai oleh pemilik badan plus size. Bahan dasar kain yang digunakan adalah katun prisima yang di dalamnya diberi tambahan bahan lining untuk meningkatkan kualitas produknya. Nilai-nilai seperti ini penting sekali dan sangat berkesan bagi plus size. Menurut saya, ini menjadi poin plus untuk Jowo Ind karena mampu menghadirkan pakaian wanita plus size yang tidak hanya sekedar berukuran jumbo, namun desain pakaiannya juga sangat mendukung. Adapun untuk karakter bahannya sendiri adem, sedikit kaku, tidak mudah kusut, nyaman dipakai. Tentunya tidak mudah robek.

STYLING OOTD ALA NADIA HASYIR
Pakaian batik ini berjenis blouse. Saya membutuhkan bawahan yang matching dengan warna pakaiannya. By the way, warna pakaiannya ini dominan seperti batu bata ya. Untuk bawahan bisa dikombinasikan dengan warna-warna netral, seperti: hitam, putih, grey, atau disenadakan dengan warna batu bata. Namun saya memilih warna hitam karena mostly koleksi bawahan saya berwarna hitam. Manset yang saya gunakan pada look ini berbentuk long dress, sebetulnya bukan di desain untuk plus size namun saya kenakan karena masih fit untuk ukuran saya. Bagian bawahnya yang tanggung dan lebih seperti ukuran tunik sempat membuat saya ragu apakah akan saya masukkan ke dalam bawahan saya, namun setelah dipikir lagi, akhirnya saya letakkan diluar dan ternyata memberi kesan tersendiri. 

WHERE TO BUY?
Buat teman-teman yang sedang mencari pakaian batik dengan kualitas terbaik, tidak mau pakai yang abal-abal supaya bisa digunakan beberapa kali, kunjungi Instagram @jowo.ind

PRICE?
Jowo.ind WB007 IDR 210.000

Baiklah, sekian dulu untuk tulisan kali ini. Sampai jumpa!

Tuesday, October 20, 2020

REVIEW GLOW UP CREAM BY FACE REPUBLIC | BAHASA INDONESIA

8:45 PM 1 Comments

Halo beauties! Selamat datang di personal blog saya, terima kasih telah mengklik artikel ini. Tanpa basa-basi, pada postingan hari ini saya akan mengulas produk dari brand Korea (K-Beauty), yaitu Face Repubic Glow Up Cream. Pada tahun-tahun sebelumnya, Face Republic sangat terkenal dan viral sepanjang tahun dengan produk skincare Aloe vera Soothing Gel. Produk yang akan saya ulas kali ini adalah semi skincare dan makeup. Mengapa disebut semi? Keep reading and keep scrolling, ya!

GLOW UP CREAM

Glow Up Cream adalah produk kecantikan berjenis tone-up cream dari K-Beauty Brand Face Republic. Tone-up cream dapat digunakan sebagai base makeup yang melembabkan, mencerahkan dark spot, dan meratakan warna kulit yang tidak rata secara instan. Dengan demikian, produk ini dapat dikatakan sebagai 2in1 product atau semi skincare-makeup.


KLAIM PRODUK

Setiap produk tentunya memiliki keunggulan yang spesifik. Berikut ini adalah beberapa klaim produk yang dimiliki oleh Glow Up Cream by Face Republic.

1. Tone up, evenly. Terdapat kandungan Glutathione di dalam produk ini yang biasanya diktahui bermanfaat untuk membuat wajah tampak glowing secara menyeluruh. Kandungan ini juga berperan sebagai anti oksidan yang mampu membantu mengatasi warna kulit yang tidak rata.

2. Youthful glow. Terdapat kandungan ekstrak mutiara di dalam produk ini yang secara alami diketahui menjadi the powerhouse of vital minerals yang membantu meningkatkan sintesis kolagen pada lapisan kulit. Kandungan ini membantu meredakan jerawat dan melawan tanda-tanda penuaan dini seperti keriput.

3. A true skincare superstar. Terdapat kandungan Niacinamide di dalam produk ini. Selain berperan sebagai anti aging, kandungan ini juga memerankan peranan penting dalam meminimalisasi ukuran pori-pori serta menjadikan kulit lebih terhidrasi dan memperkuat skin barrier.

4. Support cruelty-free. Sebagai beauty enthusiast yang kebetulan alumni anak sains, produk dengan klaim cruelty-free tentu melekat di dalam hati saya. Produk ini dibuat dengan menggunakan metode yang sangat menakjubkan di Korea dengan melakukan filterisasi penggunaan kandungan-kandungan yang clean (bersih) dan tanpa melalui proses uji pada hewan.

CARA PAKAI

Satu langkah yang terbaik untuk mendapatkan #InstantGlowUp #InstantToneUp adalah dengan memastikan kulit benar-benar telah dibersihkan dan dicuci menggunakan cleansing product. Hal ini disarankan dengan tujuan agar dead skin cell (sel kulit mati) yang biasanya menempel di kulit kita menjadi hilang atau lepas. Ini akan memberikan dampak muka menjadi bersih dan semakin mudah untuk mendapatkan kulit wajah glowing dan cerah.

Setelah mengaplikasikan toner, moisturizer, dan sunscreen, aplikasikan produk ini menggunakan jari bersih kamu. Dengan menggunakan produk ini kamu sudah bisa keluar rumah dengan atau tanpa makeup. Menggunakannya sebagai base primer akan membantu makeup tampak lebih smooth dan mudah mengaplikasikan makeup complexion setelahnya.

KEMASAN

Glow Up Cream by Face Republic ini dikemas di dalam kemasan box berwarna soft mint. Terdapat beberapa informasi produk yang ditulis dengan bahasa Inggris, menggunakan font berwarna putih, which is membuat saya cukup kesulitan untuk membacanya. Perlu memperhatikan dengan seksama mengingat warna soft min dan putih sangat tidak kontras. Pada bagian utama terdapat keterangan nama produk dan nama brand (Glow Up Cream - Face Republic). Pada sisi kanan, kiri, atas, dan bawah tidak terdapat informasi apapun (a.k.a kosong), sedangkan pada bagian belakang kemasan terdapat beberapa informasi seperti: klaim produk, cara pemakaian, ingredients, nama dan alamat perusahaan distributor, nama dan alamat perusahaan tempat produksi, volume sebesar 30ml, Made in Korea, batas pemakaian 12 bulan setelah segel dilepas, dan barcode product.

Masuk ke bagian dalam, Glow Up Cream dikemas dalam kemasan tube yang masih bernuansa soft mint dan putih. Honestly, warna ini sangat memukau karena terkesan elegan namun masih sederhana dan cute. Informasi yang tertera di kemasan tube sama dengan informasi pada kemasan box. Ketika bagian tutup produk ini dibuka, untuk pertama kalinya teman-teman akan melihat ada segel berbahan aluminium foil idsana yang membantu melindungi produk dari jangkauan luar. 

WARNA, TEKSTUR, AROMA

Ketika tube dipencet, produk akan keluar dengan sangat lembut dan mudah keluar. Memiliki warna putih susu yang sangat jernih, produk ini saya bilang tidak terlalu cream seperti yang ditulis dalam nama produk. Selama saya meletakkan di pergelangan tangan, teksturnya seperti meleleh, tidak thick,  sangat mudah dibaurkan dan mudah meresap ke kulit. Tentang aroma, saya merasakan aromanya cenderung seperti sabun batang dari salah satu brand yang cukup ternama di Indonesia itu loh, tahu kan? Which means karena aromanya cukup familiar, I loved it!

IMPRESSION

Sebagai disclaimer, saya menggunakan produk ini sekitar 5x. Kesan pemakaian saya suka sekali dengan teksturnya yang katanya cream namun cemderung liquid karena ketika bersentuhan dengan kulit, teksturnya langsung meleleh dan cepat meresap. Aromanya sangat nyaman di indera penciuman. Waktu mengaplikasikan jujur kalau diapply dengan cara digeser, produk ini sulit ngeset ke muka, bahkan malah akan memicu muncul warna-warna putih di beberapa area yang bikin nggak rata. 

Setelah dicoba beberapa kali, ternyata cara apply dengan di dab dab adalah jalan yang tepat. Produk ini mampu menempel dan terserap dengan baik ke kulit, after effectnya pun kulit sudah tidak lagi putih di beberapa area, namun menjadi cerah merata dan tampak sekali smooth layaknya kulit sehat.


Foto di atas adalah hasil pemakaian tanpa menggunakan makeup. Kulit menjadi sehat, keluar rumah tanpa makeup, why not? Sekarang sudah ada Glow Up Cream dari Face Republic!

Namun jika bermakeup, saya gunakan produk ini sebagai base dan hasilnya, makeup complexion seperti foundation dan concealer sangat mudah menyatu dengan kulit dan hasilnya sangat perfecto.

HARGA

IDR 156.000 (Diskon 20 Okt 2020: IDR 135.000)

BELI DIMANA?

Hicharis Nadia: https://hicharis.net/nadiahasyir/OVV

APAKAH WORTH IT?

Setelah melalui hari beberapa kali bersama Glow Up Cream ini dengan atau tanpa makeup, mempertimbangkan harga dan pengiriman dari dalam negeri (Indonesia), menurut saya SANGAT WORTH IT!

RATING

4.7/5

REPURCHASE?

Yes!

-

Anyway, sebelum aku mengakhiri tulisan kali ini. Just fyi, di foto pertama dari tulisan ini aku menggunakan makeup mata yang super simpel. Biasanya aku cenderung buat makeup mata cut crease ya kan as you guys know. Nah, buat yang selalu tanyain rekomendasi eye products untuk makeup favorit aku, bisa baca 8 rekomendasi Eye Products Favorit aku untuk membuat eye cut crease di mata monolid ala aku.

Baiklah! Sampai sini dulu perjumpaan kita hari ini. Terima kasih telah membaca ulasan saya hingga akhir. Sampai ketemu di kesempatan lain ya..


Business Inquiry: hallo.enha@gmail.com


Wednesday, September 16, 2020

LANCAR MENGASIHI DENGAN ASI BERNUTRISI | MENJADI FASILITATOR ASI EKSKLUSIF BAGI BAYI ITU RASANYA NANO NANO | BLACKMORES PBFG

6:14 PM 0 Comments
Halo, ibu mudaaa. Bagaimana kabarnya? 
Sedang mempersiapkan diri menuju hari melahirkan ya? Atau, baru saja melahirkan? Selamat yah, bun!


Waktu masih menjadi ibu baru yang benar-benar baru kemarin (tahun lalu), saya juga sama seperti kamu kok. Rajin searching, mengenai bagaimana dan apa saja starter pack menjadi ibu beginner yang baik. Memberikan ASI eksklusif adalah satu diantara usaha kita sebagai ibu baru untuk bisa menjadi ibu baru yang baik. Eits, bukan artinya ibu yang tidak mampu memberikan ASI eksklusif itu bukan ibu yang baik loh ya, catat. Namun menurut saya, selama takdir belum menghampiri, selama masih dapat diupayakan, sebagai ibu muda, melakukan hal-hal yang mendukung kelancaran proses produksi ASI adalah hal yang cukup penting untuk selalu dipelajari dan diingat. Nah, pada tulisan kali ini saya akan menceritakan pengalaman menjadi ibu baru pejuang ASI eksklusif. Keep scrolling, dear.
Seperti yang saya katakan sebelumnya, bahwa selama menjadi calon ibu baru saya berusaha membaca, mendengar, dan memperhatikan sebanyak mungkin edukasi yang berkaitan dengan menjadi ibu beginner yang baik. Saya yakin setiap individu memiliki kriterianya masing-masing tentang seperti apa gambaran menjadi ibu baru yang baik. Sebelum ke pembahasan lebih jauh, saya ingin mengenalkan diri kepada kamu bagaimana kriteria ibu baru yang baik menurut pandangan saya yang saya tujukan untuk diri saya. Sekali lagi, ini hanya menurut saya dan untuk saya. Akan berbeda jawaban saya yang apabila pertanyaannya adalah pandangan saya untuk diri orang lain.

Menjadi ibu baru yang baik menurut saya adalah ibu yang meneduhkan, ibu yang mendidik tanpa mengancam, ibu yang mendengarkan cerita anaknya bak seorang teman, dan ibu yang memberikan kenyamanan dan kesempatan dalam setiap langkah yang akan dilalui si anak. Kamu mungkin akan setuju, bahwa untuk pertama kalinya menjadi ibu baru yang baik adalah mampu memberikan kenyamanan dan kesempatan kepada anak untuk memperoleh haknya berupa nutrisi cukup yang dibutuhkan ia untuk tumbuh kembangnya, yang mana dalam konteks ini adalah menjadi fasilitator air susu yang diberikan oleh Tuhan melalui kita para ibu, we named it air susu ibu (ASI). Kenapa saya bilang fasilitator? Karena bukan kita ibu baru yang memproduksi, namun tubuh kita yang memproduksi dan itu datangnya dari Tuhan.

Berbekal bahan hasil riset beberapa literatur, hasil pengamatan dalam mengamati kisah orang-orang yang didokumentasikan dalam media sosial, termasuk "dawuh" dari para orang tua, keluarga, sanak, saudara, sahabat, hingga rekan, membuat saya merasa mantap akan melangkah ke satu langkah lebih maju menuju perubahan. "Bismillah, saya memang belum cukup pengetahuan. Namun dengan pengetahuan tersebut, keyakinan, dan kemampuan membuka hati dan pikiran untuk terus belajar, saya pasti bisa melewatinya. Iya, termasuk menjadi ibu baru."

Sama halnya dengan ibu-ibu lain, drama kehamilan juga sempat menghiasi masa-masa kehamilan. Pernah ada dalam situasi masih menjadi pejuang wisuda pascasarjana pada 7 bulan pertama kehamilan, membuat drama pra-melahirkan saya cukup menguras perasaan. Karena jika saya menceritakan secara rinci, nanti kamu akan mengantuk, hehe. Kita langsung saja ke cerita pasca melahirkan.

Saya melahirkan melalui teknik operasi caesar di salah satu Rumah Sakit Islam di kota saya tinggal. Singkat cerita, saya keluar dari ruang operasi pukul 16.00 WIB. Begitu keluar ruangan, perasaan bahagia membuat air mata tidak mampu untuk terus dibendung. Bersama dengan kehadiran bayi kecil yang sedang berada di gendongan ini, tempat tidur saya di dorong oleh petugas rumah sakit untuk dipindahkan ke ruang pasien. Di perjalanan, saya melihat banyak sekali wajah-wajah yang tidak asing. Ada suami, abi dan ummi, ayah dan ibu mertua, pakde, bude, dan beberapa sanak saudara. Waktu itu belum ada covid19. 

Saya teringat akan pengalaman saya semasa sekolah, yakni sebaik-baiknya kamu memanfaatkan waktu dan energimu untuk belajar, selalu ada 1 diantara 10 soal yang kamu tidak akan menduga jawabannya. Ternyata, menjadi ibu baru bisa lebih dari 1 diantara 10. Mungkin 9 diantara 10 juga bisa, hehe. Itu terjadi di hari pertama kala itu, menjadi ibu baru.

Ujian pertama yang saya dapatkan setelah menjadi ibu baru adalah fase menyusui untuk yang pertama kalinya. Kala itu, ASI (air susu ibu) tidak keluar. Apa yang salah? Saya merasa sudah makan dan minum makanan yang bergizi sesuai dengan literasi yang saya baca. Saya juga sudah rutin melakukan pijat puting untuk membantu mengubah bentuk puting agar connectable dengan mulut si bayi nanti. Apa yang salah? Apa yang kurang?

Ternyata, ASI perlu distimulus secara oral agar bisa keluar dan menjadi lancar, yakni dengan mengkonsumsi daun katuk.  Beberapa waktu setelahnya saya mulai merasa payudara mejadi lebih bervolume dan nyeri yang ternyata adalah sebuah pertanda bahwa produksi ASI sudah mulai berlangsung. I'm so happy, tapi tunggu dulu...

Bayi mungil saya masih menangis. Saya belum mahir menjadi fasilitator ASI yang hebat untuk bayi saya. Waktu berlalu dan membutuhkan waktu 1 minggu untuk bisa memberikan ASI kepada bayi tanpa drama. Selama rentang waktu itu, saya belajar melalui praktik langsung bahwa menyusui tidak bisa hanya dipelajari melalui artikel ilmiah, modul ibu hamil dan menyusui, atau masukan dari dokter kandungan yang diberikan selama konsultasi. Hal lain yang memiliki nilai yang sama pentingnya, yaitu hati seorang ibu. Hati untuk yakin mampu menyusui, hati yang tenang dan ikhlas untuk menyusui bahkan meski ketika sakit bekas luka caesar masih sangat terasa, meski rasa lelah dan shock yang begitu hebat masih terasa.

Fase peralihan dari seseorang dengan status ibu hamil menjadi ibu baru semakin tidak mudah ketika menerima berbagai macam opini dari orang-orang sekitar yang kadangkala tidak selalu menambah semangat, namun bisa juga memberikan pengaruh negatif dan beban psikologis untuk saya sebagai ibu baru. Ucapan-ucapan, seperti: "Duh, kok ASInya nggak keluar sih, putingnya kecil ya? Eh, belum bisa menyusui ya? Anak saya dulu begitu bayinya lahir bisa langsung menyusui loh." Hingga kejadian yang membuat saya merasa tidak pantas menyandang gelar ibu baru datang ketika ada satu waktu dimana para ibu-ibu berkerumun disekeliling saya dan berlagak sambil sibuk menunjukkan keahliannya dalam menyusui, sampai melakukan kontak fisik dengan payudara saya dan bayi saya.

Mmm, saya sebetulnya tidak ingin mencari musuh. Namun ketika saya menulis ini, entah kenapa bagian kisah yang baru saja saya ceritakan seperti, saya ingin bagikan ke kamu dengan harapan, semoga cerita saya bisa menjadi pelajaran dan pengetahuan baru untuk kita semua. Namun dibalik semua komentar orang-orang ini membuat saya menjadi lebih bersyukur, bahwa keberadaan orang-orang terdekat yang memberikan dukungan yaitu suami, keluarga dekat, dan teman dekat membuat saya mampu melawan perasaan negatif yang muncul akibat ucapan tidak menyenangkan pihak-pihak lain tersebut, sehingga tubuh saya tidak terpengaruh dan tidak memberikan respon negatif, ditandai dengan ASI saya bisa lancar. Mengetahui takdir bahwa orang-orang disekeliling saya cukup "melek" tentang bidang keilmuan kesehatan dan sains membuat saya semakin bersyukur lagi karena kami mudah fokus untuk mencari jalan bagaimana memberikan segalanya yang terbaik untuk bayi saya, alih-alih mengumpat kepada mereka-mereka itu.

Setelah mulai bisa menjadi ibu baru yang mampu memfasilitasi anak dengan ASI yang cukup, saya terus berusaha untuk mempertahankan produksi ASI agar dapat diproduksi sebanyak dan secukup mungkin sebagai nutrisi untuk bayi. Mulai dari memakan makanan yang bergizi hingga meminum multivitamin yang dapat membantu mempertahankan produksi ASI. Kini bayi saya telah berusia 13 bulan dan alhamdulillah hingga sekarang saya masih bisa memberikan ASI eksklusif untuknya.

Setiap hari saya berusaha mengkonsumsi makanan bergizi seimbang. Junk food masih sering masuk ke dalam daftar menu harian saya, namun acuan utamanya, per hari saya harus memakan makanan yang cukup dan bergizi seimbang supaya mampu memproduksi ASI bernutrisi. Contoh sederhana menu makanan saya adalah menu makan nasi, lauk-pauk, sayur, dan buah. Beberapa waktu saya mengkonsumsi susu almond atau susu kedelai untuk memperbanyak volume ASI dan mengkonsumsi daun katuk dan daun kelor dalam bentuk makanan sayur bening dan atau dalam bentuk jus. Yang tidak kalah pentingnya adalah mengkonsumsi multivitamin. Satu diantara multivitamin yang menjadi favorit saya adalah Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG). Jujur saja, saya sudah cukup familiar mendengar dan mengetahui produk ini. Pada awal kehamilan saya juga sempat berencana akan langsung mengkonsumsi. Namun karena satu dan lain hal, baru diberi kesempatan oleh Allah belakangan mengkonsumsi. Padahal sebenarnya, jika mengkonsumi sejak pertama kehamilan pastinya akan lebih baik lagi.
Blackmores PBFG merupakan produk unggulan Kalbe Blackmores Nutrition yang ditujukan kepada ibu hamil dan menyusui. Melalui Blackmores PBFG diharapkan para ibu hamil mampu mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi serta kesehatan ibu. Adapun untuk ibu menyusui, dengan mengkonsumsi Blackmores PBFG ini diharapkan mampu memberikan ASI bernutrisi untuk ibu dan bayi yang istimewa. Terdapat 17 kandungan nutrisi esensial di dalam Blackmores PBFG. Beberapa diantaranya adalah:
  1. Asam folat dan zat besi, membantu menjaga ibu dari resiko anemia.
  2. Kalsium, dibutuhkan untuk pertumbuhan tulangdan gigi buah hati, serta mencegah terjadinya osteoporosis pada ibu.
  3. Omega 3 / DHA yang tidak berbau, sehingga tidak menyebabkan mual saat dikonsumsi. Kandungan ini berperan menunjang pertumbuhan otak dan mata buah hati, serta mengubah vitamin, mineral, dan lemak menjadi komponen yang lebih kompleks yang dibutuhkan oleh tubuh untuk proses pertumbuhan dan perkembangan si buah hati.
Beberapa kandungan nutrisi di atas apabila dikonsumsi sesuai dosis akan mampu meningkatkan produksi ASI bernutrisi, ASI berkualitas, dan tentunya lancar menyusui akan dirasakan oleh ibu. Tapi, dari semua yang saya tulis tadi. Satu hal yang harus selalu dilakukan untuk menjaga produksi ASI agar senantiasa deras dan berkualitas tinggi adalah, ibu baru tidak diizinkan untuk stress dan banyak pikiran. Rileks dan bahagia adalah kunci. Jadi seperti yang tadi saya bilang, dukungan orang-orang terdekat memang sangat berpengaruh untuk kita para ibu baru. 

Sampai disini, adakah yang sudah pernah mengkonsumsi Blackmores PBFG? Atau, sedang membaca tulisan saya karena ingin mencari tahu pengalaman saya mengkonsuminya? Kabar baiknya, dalam upaya memperingati World Breastfeeding Week pada Agustus lalu, Kalbe Blackmores Nutrition melalui kerjasama Blackmores dengan Bumi Sehat Foundation, bersama mengedukasi dan meningkatkan awareness kepada calon ibu di seluruh dunia tentang pentingnya ASI bernutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangan si kecil. Sebagaimana informasi umum yang telah kita tahu bahwa antibodi terbaik seorang manusia diperoleh dari ASI.
Sebagai ibu baru yang tidak baru-baru amat, saya merekomendasikan Blackmores PBFG untuk dikonsumsi untuk menyusui dan dipersiapkan sejak awal masa kehamilan. Apabila teman-teman ibu baru merasa ingin tahu lebih dalam tentang Blackmores PBFG dan atau edukasi seputar ilmu menjadi ibu baru, teman-teman bisa mengunjungi: www.blackmores.co.id/mom-and-baby/ atau Instagram: @blackmoresid.

Belanja Blackmores PBFG dapat dilakukan melalui e-commerce di Tokopedia, Blibli, Lazada, dan Shopee yang bertuliskan Official Store.

Sekian dulu untuk cerita saya tentang pengalaman menyusui. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa!



Monday, September 14, 2020

MY BODYCARE ROUTINE UPDATE (SEPTEMBER 2020)

7:03 PM 0 Comments
Assalamu'alaikum, cinta~ 👋🏻😁
Haha, alay. 🤣
Sebelumnya aku mau bilang, mungkin kamu yang baca ini akan bosan, tapi serius, aku kangen kalian yang biasanya nongkrong di kolom komentar blog aku 🤣

Maafkan diriku terlalu sok sibuk. Well, kali ini aku akan menceritakan ke kalian bagaimana aku merawat kulit badanku. Beberapa waktu yang lalu aku sempat memberikan rekomendasi ke kalian tentang bodycare kan? Nah, kali ini aku ingin meracuni kamu dengan another option, yaitu bodycare dari brand lokal (lagi) yang belakangan ini sukses membuat aku terpukau. Katanya ini brand lagi viral. So, yeah. Keep scrolling, ya!

Sudah pernah dengar tentang Glamione? Kalau belum, jadi ini brand lokal baru yang mengusung tema skincare lokal rasa korea. Karena baru, mungkin belum banyak yang notice ya. Namun di beberapa lingkup pertemanan, Glamione cukup ramai diperbincangkan.

Tidak ada yang berubah dari perawatan badan aku. Aku masih setia mengantongi liquid soap, scrub, dan body lotion sebagai sahabat baik aku selama merawat badan. Ada dua diantara bodycare Glamione yang belakangan ini aku coba dan ketagihan sampai hari ini.


1. Liquid Soap
Entah sudah mention yang ke berapa, aku selalu mengatakan bahwa aku masih menggunakan sabun batang pada saat-saat tertentu dan dalam keadaan darurat. Namun yang aku yakini, dengan memakai liquid soap, mengaplikasikannya dengan shower puff seperti memberikan aku sensasi menenangkan dan membahagiakan. My very simple way untuk mendapatkan me time berkualitas.

Liquid soap dari Glamione ini di dalamnya ada butiran scrubnya, jadi bisa dikatakan semacam 2in1, bisa membersihkan kotoran dengan cara kerja sabun cair pada umumnya dan bisa membersihkan sel-sel kulit mati pada kulit dengan butiran scrubnya.

Sedikit saja mengambil produknya, bersama dengan shower puff yang sudah dibasahi, liquid soapnya cepat sekali berbusa. Yang membuat aku beedecak kagum adalah meskipun busanya banyak, tapi after tastenya nggak bikin kulit kering. Melainkan menjadi lembab dan terasa segar dan sehat gitu. Setelah aku cek ke ingredientsnya, ternyata setelah aqua, SLES atau sodium laurenth sulfate dimention di urutan kedua which mean ini menjawab kenapa bisa busanya banyak walau kita cuma ambil sangat sedikit produknya. Kemudian ingredients yang berperan melembabkan kulit juga ikut dibelakanganya. In fact, formulasi dari percampuran antara komposisi-komposisi tersebut bisa membuat produknya wearable dan cocokable di kulit aku. Ciaahh.

2. Scrubbing
Meski memakai liquid soap yang dilengkapi dengan scrub, setiap satu minggu minimal sekali aku melakukan scrubbing menggunakan produk khusus scrub. Sel-sel kulit mati tidak akan hilang hanya dengan kita membasuh badan menggunakan air dan mencucinya dengan sabut. We need scrubing to clean it up. Pilihanku masih jatuh ke Scarlett Whitening Body Scrub Romansa. Honestly, sejak pertama kali pakai aku langsung jatuh hati dan cocok sampai sekarang. Well, I wouldn't say too much information tentang body scrubnya disini, kamu bisa nonton video aku tentang TIPS MENCERAHKAN KULIT di youtube aku, karena aku banyak cerita tentang body scrub ini disitu.


3. Hand and body lotion
Setelah mandi dan membersihkan kulit dari kotoran yang berasal dari banyak hal, saatnya memakai body lotion. Pentingnya memakai lotion untuk badan tidak hanya sekedar supaya kulit kita wangi seharian, namun yang paling penting adalah menutrisi dan melembabkan kulit. Kulit yang lembab dan ternutrisi dengan baik adalah jenis kulit sehat. Kalau ditanya kenapa harus seintense itu untuk memikirkan kesehatan kulit? Sebenarnya jawabannya sangat jelas, kulit adalah organ tubuh kita yang luasnya paling luas dan letaknya paling luar. Dia berhadapan langsung dengan benda asing yang ada di lingkungan kita. Kebayang nggak kalau kulit nggak sehat? Penyakit akan mudah sekali masuk melalui celah manapun.

Namanya perempuan, meski sekarang sudah bukan trendnya lagi mengatakan bahwa cantik itu putih, pada beberapa area kulit pasti ada yang warnanya berbeda alias belang. Seperti pada pergelangan hingga telapak tangan dan kaki aku misalnya, lutut dan siku aku misalnya, warmanya tampak lebih gelap dibandingkan dengan bagian lain. Aku memiliki beberapa jenis lotion, ada yang hanya untuk melembabkan dan menutrisi, ada pula yang berperan sebagai pencerah atau memutihkan kulit. Body lotion dari Glamione memiliki fungsi memutihkan juga dan belakangan ini lotion yang sering aku pakai ya ini.

Jujur packaging lotionnya menurut aku kurang nyaman di aku, namun teksturnya, after taste pemakaiannya bikin aku sesuka itu. Bukan typical lotion yang bikin lengket di kulit, jadi dipakai sehari-hari nyaman. Aromanya juga oke.

4. Sunscreen
Ini yang sering dilupakan dan diremehkan. Padahal body care yang satu ini bisa dibilang sebagai pengunci dan harus selalu dipakai untuk menghindari kulit kita dari paparan sinar UV. Aku sendiri untuk wajah punya beberapa pilihan, namun untuk badan selama ini aku baru sebatas memakai lotion yang juga berperan sebagai sunblock, seperti salah satu koleksi lotion Vaseline misalnya.

Well, itu tadi adalah penjelasan aku mengenai my body care routine. Bagaimana dengan kamu?

Sebelum aku pamit, jangan lupa untuk visit ke Virly untuk cari tahu body care routine dia seperti apa yaa..

Anyway, ide postingan ini berasal dari tema monthly collab yang diadakan Beautiesquad untuk sesama beauty blogger akan tetap solid dan produktif.

Let's spread knowledge with love,
Nadia