Follow Us @nadiahasyir


Tuesday, January 18, 2022

REVIEW: MADAGASCAR CENTELLA AMPOULE 100ML BY SKIN1004 | BAHASA INDONESIA | NADIA HASYIR

7:47 PM 1 Comments

Akhir tahun lalu untuk pertama kalinya aku menambahkan koleksi ampoule di dalam skincare routine aku. Sebelumnya, selain CTMP, aku sudah sering menambahkan essence dan serum. Ampoule yang aku pilih sebagai ampoule pertamaku jatuh kepada Madagascar Centella Ampoule by Skin1004. Pilihan ini tidak datang secara tiba-tiba, melainkan keputusan berdasarkan hasil pengamatanku beberapa waktu belakangan. Sebelumnya aku cukup sering melihat review produk skin1004 lalu lalang di media sosial aku, banyak yang bilang suka, banyak yang bilang cocok, lalu ketika aku tahu brand ini memiliki produk ampoule, then I decided to have this one.

AMPOULE
Berdasarkan artikel yang aku baca di Beauty Journal dengan judul Masih Bingung Membedakan Fungsi Essence, Serum, dan Ampoule?, ampoule seringkali disamakan dengan serum. Ampoule adalah serum dengan tingkat konsentrasi yang lebih tinggi dan bekerja sebagai booster. Tekstur ampoule terkadang bisa lebih kental daripada serum atau bisa pula sebaliknya, bergantung kepada brand yang mengeluarkan produk tersebut. Pemakaian ampoule tidak digunakan sehari-hari, hanya digunakan dalam waktu yang singkat. Konsentrasinya yang tinggi membuat ampoule dapat digunakan untuk kepentingan mendesak ketika menginginkan kondisi wajah tampak menjadi lebih baik, karena cara kerjanya mampu meningkatkan kolagen serta menambah kelembaban kulit dalam waktu singkat.

MADAGASCAR CENTELLA AMPOULE BY SKIN1004
Madagascar Centella Ampoule memiliki signature ingredients, yaitu Centella asiatica (cica). Seperti yang kita tahu belakangan cica menjadi ingredients paling top di dunia skincare sebagai calming agent dalam mengatasi permasalahan kulit. Cica pada ampoule ini diperoleh dari 17 wilayah di Madagascar yang sudah terseleksi. Tanamannya tumbuh pada wilayah dengan temperatur 24-27 derajat celcius dengan ketinggian sekitar 700m, dimana kondisi lingkungan ini sangat ideal untuk pertumbuhan tanaman cica dengan baik. Untuk memperoleh ekstrak cica dengan kualitas terbaik, dilakukan 4 proses, yaitu: pemetikan, pengeringan, penyimpanan, dan ekstraksi. Keempat proses ini dilakukan dengan teliti dan steril sehingga kandungan dari cica masih terjaga sama baiknya dengan ketika masih berupa tumbuhan di wilayah lepas.


KLAIM PRODUK
Produk ini memiliki beberapa klaim, diantaranya adalah: skincare yang bekerja sebagai calming dan hydrating agent, yaitu membantu menenangkan wajah yang sedang iritasi atau radang karena jerawat dan menghidrasi sehingga kebutuhan air pada kulit wajah tercukupi. Produk ini juga telah melalui beberapa uji, seperti skin irritation test completed dan non-comedogenic tested.

DESKRIPSI KEMASAN
Madagascar Centella Ampoule by Skin1004 ini memiliki dua kemasan, yaitu kemasan box dan kemasan utama produk. Kemasan box terbuat dari bahan dengan kualitas yang sangat bagus, doff, kua, dan tidak mudah rusak. Desain kemasan sangat eksklusif dan terdapat segel di bagian penutup atas kemasan box. Informasi yang tertera pada kemasan box juga sangat lengkap. Pada sisi depan terdapat informasi nama produk, bahan ampoule yaitu cica murni yang berasal dari Madagascar, keterangan volume 100ml, dan nama brand skin1004. Sisi kanan terdapat informasi klaim produk, cara pemakaian, ingredients, caution, matufactured by, ditulis menggunakan bahasa inggris dan bahasa korea serta informasi Made in Korea. Sementara sisi kiri dan belakang kemasan terdapat informasi klaim produk. Pada sisi atas terdapat printing logo skin1004 timbul tanpa warna dan sisi bawah terdapat informasi barcode number, PAO (period after open), expired date dalam bahasa inggris, dan beberapa informasi lain yang ditulis dalam bahasa korea.


Kemasan utama produk terbuat dari bahan kaca dengan bentuk botol tebal berwarna coklat bening, dilengkapi pipet sebagai aplikator untuk pengambilan produk. Terdapat stiker eksklusif berkualitas tinggi dengan informasisingkat seperti yang tertera pada sisi depan kemasan box. Ukurannya cukup besar hampir mengikuti ukuran tangan yang kelima jari dan telapak terbuka.

INGREDIENTS
Centella asiatica extract (100%).

CARA PAKAI
Gunakan pipet yang tersedia pada kemasan produk untuk mengambil produk, ambil beberapa tetes dan aplikasikan ke kulit.

KARAKTERISTIK PRODUK
Madagascar Centella Ampoule ini tidak berwarna atau bening, memiliki bentuk cairan dengan tekstur yang menyerupai air. Sama sekali tidak ada aroma fragrance di dalamnya, ketika dicium dengan jarak yang sangat dekat, terasa aroma natural ingredients yang sangat light, namun setelah diaplikasikan aroma tersebut tidak tercium lagi.


IMPRESSION
Pada bagian ini aku akan mendeskripsikan melalui 3 bagian.
Bagian 1. After taste
Bentuknya yang cair dengan tekstur yang menyerupai air membuat produknya sangat mudah diaplikasikan dan menyerap ke kulit. Sebagai pemilik kulit yang normal cenderung berminyak, skincare dengan watery based seperti ini sangat aku suka. Tidak memberikan kontribusi agar kulitku cepat berminyak. Setelah diaplikasikan ke kulit, wajah terasa segar, tidak ada sensasi cekit-cekit atau perasaan lainnya. Betul-betul merasa rileks.
Bagian 2. Pemakaian sehari semalam
Produk ampoule ini tidak aku pakai sebagai daily routine karena mengikuti petunjuk pada umumnya penggunaan ampoule berdasarkan fungsinya sesuai dengan yang aku jelaskan di atas. Namun aku memakai produk ini pada pagi dan malam hari beberapa kali dalam satu minggu. Pada pagi hari setelah aku bangun tidur, aku merasakan kulitku menjadi sangat sehat, kenyal, cerah, dan halus. Tidak kusam.
Bagian 3. Pemakaian jangka bulanan
Aku memakai ampoule ini sejak akhir tahun lalu which is ada setidaknya 2-3 bulan. Pemakaian jangka panjang dengan durasi yang tidak setiap hari memberikan efekbaik di kulitku, yaitu: tidak gampang berjerawat. Desember lalu aku sempat skip skincare karena riweuh pindahan rumah dan kulitku muncul beberapa jerawat. Aku mulai rutin pakai skincare bersama ampoule ini lagi dan jerawatku cepat sembuh tanpa meninggalkan bekas.


PRICE &WHERE TO BUY?
Belum ada toko online yang khusus menjual produk korea yangaku percaya selain HICHARIS. Harganya USD 19.70 atau IDR 270.000an.

IS THAT WORTH IT?
Dibandingkan dengan skincare lain jujur saja sebenarnya tidak apple to apple karena this kind of ampoule, is really wonderful. Jadi menurut aku walau harganya cukup pricey, aku akan berusaha untuk masukin budget khusus untuk repurchase ini sih.

PROS
-Bahannya natural and pure cica
-Kategori skincare pro
-Watery-based cocok untuk oily skin
-Ukuran besar
-Berhasil bantu ngatasin permasalahan kulitku

CONS
Botol kaca besar, takut pecah, huhu, tapi ini personal reason ya

Sekian dulu review aku untuk Madagascar Centella Ampoule 100ml. Next aku review apalagi ya? Sampai jumpa...

Friday, January 14, 2022

RECAP 2021: MEMELUK INNER CHILDKU DI AKHIR TAHUN (ANAK DAN ORANG TUA)

12:12 AM 0 Comments

Pandemi memberikan banyak kesedihan untuk semua. Banyak diantara kita yang kehilangan pasangan, keluarga, saudara, kerabat, dll. Satu hal yang tersisa dari kita yang masih diberi keistimewaan bisa beradaptasi di tengah wabah ini adalah rasa syukur. Bersyukur masih diberi nafas hingga detik ini. Setiap orang memiliki experience journey-nya masing-masing selama pandemi. Dan seperti yang  sempat aku bahas di Instagram Story, aku berjuang untuk menyelesaikan inner child di tahun 2021.

Definisi inner child yang aku baca dari situs parapuan.co, secara psikologi diartikan sebagai bagian dari diri manusia yang tidak ikut tumbuh dewasa dan tetap menjadi sisi anak-anak, berapapun usianya. Bagian ini akan selalu ada dalam diri manusia dan menetap dalam jiwa. Jika ada pemicunya, inner child ini kembali hadir dan menyebabkan suatu gejala. Awalnya aku nggak betul-betul mengerti bagaimana dan apa itu inner child sampai pada akhirnya aku menghadapi hal-hal yang akhirnya membuat aku kehilangan semangat, kehilangan minat akan hal-hal yang padahal sebelumnya sangat aku suka.

Ceritanya, tiga tahun lalu tepatnya bulan Juni 2019 adalah hari kelulusan untuk program magister yang aku ambil. Saat itu aku sedang mengandung dengan usia kehamilan 7 bulan. Setelah lulus, aku pikir aku butuh istirahat sejenak dari aktifitas diluar dan fokus mempersiapkan kelahiran anak pertamaku dengan sedikit santai karena selama hamil aku udah berjuang untuk menyelesaikan penelitian dan tesis, which is not easy. Aku dan suami masih belum punya rumah sendiri karena selama ini nomaden, kadang di Surabaya, kadang nginep di rumah orang tuaku, dan kadang di rumah mertua, karena kuliahku belum selesai sementara aku masih bolak balik kesana kemari. Setelah melahirkan, aku memutuskan untuk tinggal selama beberapa bulan di tempat orang tuaku sampai fase recovery pasca lahiran kelar. Ketika hampir tiba fase recovery selesai, pandemi datang dan skenario kehidupan berubah.

Kami nggak jadi pindahan rumah dulu dengan alasan waktu itu kondisi awal-awal pandemi rusuh banget kan? Nggak ngerti sampai kapan akan berakhir, mau spending money untuk pindahan rumah, aku rasa waktu itu bukan pilihan tepat. Kedekatan dengan keluarga juga menjadi nomor satu waktu itu. Akhirnya aku tetap tinggal di rumah orang tua, setiap hari bersama dan bertemu semua orang yang mau nggak mau harus WFH, dan disinilah akhirnya aku terjebak dengan inner child.

Selama di rumah, kehidupanku seperti kembali pada masa dimana aku masih sekolah, masa ketika aku masih tinggal satu atap dengan kedua orang tua. Seringkali pada beberapa waktu, ada kejadian yang mengingatkan aku dengan kejadian masa lalu yang membuat aku sedih. Well, ceritanya agak panjang ya, aku jelasin background storynya lagi dulu. Biar nggak bosen-bosen banget, kalian boleh bikin teh, kopi, atau ambil camilan dulu deh. Aku tungguin kok..

Udah belum? Udah? Oke, aku lanjut ya.. Jadi, qadarullah kedua orang tuaku memiliki kepribadian yang extrovert. Seperti kebanyakan orang di Indonesia, beliau juga mengaplikasikan hustle culture di keseharian dalam kehidupannya. Beliau berdua aktif sejak sebelum subuh sampai larut malam untuk melakukan berbagai aktifitas dan pekerjaan. Pada hari minggu, beliau juga beraktifitas sama sibuknya dengan hari biasa. Berdasarkan cerita beliau, saat remaja beliau berdua juga adalah orang yang sangat aktif berkegiatan dalam beberapa organisasi. Seingatku, keduanya sering menjadi ketua dalam organisasi-organisasi yang beliau ikuti. Sementara, aku memiliki kepribadian yang sangat berbeda dari beliau. Yap, aku seorang introvert. Aku nggak betul-betul memahami secara detail tentang introvert, tapi aku pernah dua kali mengisi MBTI-Test pada tahun yang berbeda dengan jarak lebih kurang 3 tahun, hasil yang keluar adalah aku seorang INTJ-A. Btw, aku juga nggak mengerti pasti penyebab kepribadianku ini bisa berbeda banget dengan orang tuaku.

Selama tinggal kembali di rumah kedua orang tua, aku melihat dan terlibat kembali ke dalam aktifitas harian kedua orang tuaku. Contohnya ketika sedang berada dalam situasi akan pergi ke suatu tempat (setelah new normal) untuk bertemu dengan banyak orang, aku diberi kabar secara mendadak. Sementara sebelum itu, kadang energiku sudah dalam kondisi nggak full atau kadang sebetulnya aku sedang beristirahat (charge my energy) untuk nantinya akan melakukan sesuatu hal yang sudah aku persiapkan. Karena mendadak, aku ngerasa exhausted dan hmmm, gimana sih rasanya energinya nggak full tuh, ngerti kan? Sekali, dua kali, dan beberapa kali terjadi. Aku kewalahan dan datang momentum aku inget kejadian masa lalu saat remaja, aku hendak diajak ke suatu tempat tapi aku nggak mau ikut. Posisi lagi nggak siap banget, antara nggak mampu mengkomunikasikan dengan baik alasan kenapa nggak mau ikut atau takut alasan yang aku utarakan nggak bisa diterima, masih bocil kan, komunikasiku masih belum bagus. At that moment, I just don't want to. Karena kekeuh nggak mau ikut tanpa penjelasan, akhirnya keluar dari mulut orang tuaku, "Pemalas!".

Satu kata itu menancap di dalam hati dan pikiranku sejak remaja dan aku bawa hingga dewasa. Aku selalu merasa ketika setiap kali aku menolak ajakan kedua orang tuaku, aku terlabeli dengan kata itu. Hari ini aku paham betul, kata itu mungkin tidak sengaja keluar dari mulut orang tuaku, mungkin pada waktu itu beliau sedang kelelahan atau kesusahan, tapi kata itu terekam terus di otakku, dan mungkin cuma tertinggal dan ada di dalam pikiranku. Pada waktu pandemi, ketika momen yang mirip itu beberapa kali datang, nggak ngerti kenapa pokoknya tanpa alasan atau sering tiap malam pas mau tidur, lagi pelukan sama suami, tiba-tiba aku nangis sesenggukan, setiap hari kepala rasanya berisik banget. Kalau kalian nanya kenapa ngomong sama orang tua aja susah, I have an issues, dulu hubunganku sangat baik, namun ada beberapa kejadian di masa mudaku yang membuat kami missing each other dalam waktu yang cukup lama. Namanya hidup ya, ceu..

Berdasarkan yang aku baca dari artikel di parapuan.co tentang Memahami Inner Child, Luka Batin Masa Kecil yang Abadi hingga Dewasa, ada 3 tanda umum saat trauma masa kecil hadir kembali di kehidupan kita, diantaranya ada: emosi, perilaku, dan kognitif (pola pikir). Penjelasannya kalian bisa baca langsung di artikelnya ya, nanti aku taruh linknya disini. Yang pasti, aku merasakan ketiga tanda itu. As a note, cerita dan kejadian tadi hanya satu diantara beberapa cerita dan kejadian yang membuat inner childku muncul. Jadi, ada banyak banget emang guys trauma masa kecil yang kita bawa ke kehidupan masa kini.

Singkat cerita, aku akhirnya masuk di fase menyadari bahwa inner child ini harus aku kenali, terima, pahami, dan selesaikan. Jika aku membiarkan inner child ini terus menghantui tanpa aku coba selesaikan, akan berdampak buruk untuk masa depanku, untuk hubunganku dengan suami, anak, dan orang-orang baru lainnya yang akan hadir di masa depanku nanti. Aku merasa, aku harus berdamai dengan diriku sendiri.

Ada satu waktu dimana aku akhirnya memberanikan diri untuk membuka komunikasi dengan ayah. Not gonna tell you the main reason why I opened discuss with him, tapi percakapan kita berdua juga membahas tentang kesalahpahaman yang pernah ada itu. Aku jelasin ke ayah bahwa aku introvert. Aku cerita ulang kejadian yang tadi aku ceritain di atas tentang kata "Pemalas" dan ketika aku merasa terlabeli hingga hari ini. Aku bukan pemalas, aku hanya memiliki beberapa jalan yang kebetulan berbeda 180 derajat dengan kedua orang tuaku. Aku memang nggak kayak ayah dan ibu yang bisa meet up with another human everytime anytime, aku (tidak selalu namun) sesekali butuh waktu untuk diri gue sendiri to charge myself, biar nanti pas ketemu orang, energiku full dan aku bisa treat other people well. Aku juga menjelaskan kenapa dulu aku nggak pernah ikut organisasi di kampus. Aku memanfaatkan waktu diluar kampus untuk hal lain, aku ngajar les anak-anak di suatu lembaga bimbel, jualan online mulai dari: fashion perempuan, pancake durian, mini pizza, kimbab jowo, sampai bikin jasa delivery di Malang bareng Vikki (suami gue), btw waktu itu belum ada ojol, jadi bisnis delivery sangat menjanjikan cuy waktu itu, sehari kami bisa dapat 50-100ribu cuma dalam 2-3 jam. Oke maaf oot, wk. Aku juga ikut beberapa komunitas, cuma memang nggak di dalam kampus tapi kegiatannya positif.

Aku nggak bilang organisasi itu nggak bagus ya. Tapi bagi aku, aku nggak merasa organisasi adalah satu-satunya pilihan atau pilihan yang terbaik untuk menjadi aktif dan produktif dalam berkegiatan lain di luar pendidikan kampus. Masing-masing orang punya interestnya sendiri untuk tetap menjadi pribadi yang produktif dalam mencari pengalaman di dalam kehidupan. Dan apa yang aku yakini ini, bisa aja berbeda sama yang kalian yakini. Tapi itu nggak papa banget dan nggak harus bikin kita jadi saling musuhan.

Aku nggak nyangka juga sih akhirnya uneg-uneg selama bertahun-tahun bisa aku jelaskan ke orang tua tanpa emosi dan nada tinggi, tanpa nangis bombay (lagi) pula. Bener-bener percakapan yang chill dan nyaman. Gila sih, ternyata aku udah mulai dewasa ya, wkwk. Dasar.

Finally, nggak cuma aku yang lega, tapi ayah juga lega karena komunikasi kita semakin membaik. Grundelan (bahasa jawa) itu pelan-pelan berkurang dan it's becoming clear. Anyway, kalau kalian pernah merasakan hal yang aku alami, isokay guys, inget aja it's two different thing antara malas sama kepribadian. Tapi aku dan kalian juga harus tahu pembedanya kapan aku dan kalian emang males-an, kapan itu memang ke-introvert-an kita yang butuh di notice.

Begitu guys ceritanya. Sebelum mengakhiri cerita ini, aku juga pengen bilang kalau inner child itu bener-bener harus kita kenali pahami dan terima, kalau udah, sesegera mungkin kita harus berdamai dengan inner child kita. Kenapa? Biar nggak ngulang kejadian yang sama ke anak cucu kita. Dari cerita ini aku dapet satu insight dimana aku harus belajar memahami karakter dan sisi anakku, aku harus mencoba dan berhasil untuk mengenali dia berkali-kali lipat lagi. Selalu ada kemungkinan kejadian serupa akan terulang di aku dan anak gue. Bayangin kalau aku belum berdamai dengan diri sendiri, aku bisa saja akan tumpahkan kekesalan masa laluku ke dia, padahal dia nggak salah apa-apa. Kita cuma beda pemikiran dan pendapat. Jangan sampai kita dhalim ke anak kita kelak. Naudzubillahi min dzalik.

Hmmm, baiklah. Makasih ya udah baca sampai akhir. Kalian boleh banget loh chat di kolom komentar. Atau cerita inner child yang sedang kalian hadapi sekarang, boleh banget. Last but not least, aku of course sayang banget sama kedua orang tuaku. Semoga pelan-pelan semua inner child yang tersisa dalam diriku, bisa selesai. Jangan lupa cium tangan ya sama kedua orang tua kalau masih ada. Buat yang orang tuanya sudah berpulang, sini peluk dulu, semoga beliau husnul khotimah. Aamiin.

DO'A UNTUK KEDUA ORANG TUA

"Robbighfirli waliwaalidayya warhamhuma kama robbayaanii shoghiroo."

Artinya: Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan kasihilah mereka sebagaimana mereka mengasihiku sejak kecil.

Yuhuuuu.. Sampai jumpa dilain kesempatan.. Baca juga RECAP 2021-nya temen aku Rizka.

RECAP 2021 -- Ceritaku di 2021 : Udah pasrah gak mikir nikah, lalu sesuatu terjadi..

Sunday, July 11, 2021

REVIEW N+ CLEAR TONER BY CHARIS | NADIA HASYIR

12:26 AM 0 Comments
There will be a bad day in between the good days, begitupun kesehatan kulit. Tepat dua bulan lalu kulit wajahku mengalami iritasi - in all over my round face area, dari yang awalnya baik-baik aja tiba-tiba gatel banget. Aku coba calming dengan sheet mask selama 2 hari kemudian di hari ketiga, mukaku memerah dengan tekstur dan muncul banyak jerawat. Gawat darurat! Aku segera cari beberapa skincare yang berfokus untuk jerawat yang meradang dan iritasi, salah satunya aku mencoba N+ CLEAR TONER untuk skincare step pertamaku. Hari ini tepat 2 bulan aku banyak quality time dengan toner ini dan ku pikir sudah saatnya untuk membagikan cerita pengalamanku menyembuhkan kulitku bareng N+ CLEAR TONER.

DESKRIPSI PRODUK
N+ Clear Toner adalah produk skincare jenis toner yang memiliki klaim "natural protector for your skin". Memiliki 3 manfaat, yaitu sebagai: soothing, exfoliating, dan sebum control. Produk ini memiliki kemasan berbentuk botol semprot bervolume 155ml dengan tutup putih dan botol biru.

HERO INGREDIENTS PRODUK
N+ Clear Toner secara umum memiliki 4 manfaat besar, yaitu:
1. Sebagai eksfoliator ringan yang digunakan untuk sehari-hari karena mengandung ekstrak willow bark putih dan betaine salicylate, sehingga dapat menenangkan dan mencerahkan kulit.
2. Sebagai penghidrasi untuk kulit karena mengandung madecassoside, madecassic acid, asiaticoside, dan asiatic acid, sehingga dapat me-maintain keseimbangan kelembaban dan minyak pada kulit.
3. Sebagai pengontrol sebum dan perawatan untuk pori-pori karena mengandung ekstrak bunga evening primrose, ekstrak daun Pinus palustris, ekstrak akar Pueraria lobata, dan ekstrak akar Ulmus davidiana, yang mana ingredients tersebut telah dipantenkan sebagai ingredients yang mampu membantu dalam mengontrol sebum dan merawat pori-pori kulit.
4. Sebagai penenang kulit dan memberikan efek anti-bakteri karena mengandung ekstrak Salix alba willow bark, ekstrak daun Origanum vulgare, ekstrak Cinnamomum cassia bark, ekstrak Portulaca oleracea, ekstrak daun Chamaecyparis obtusa, ekstrak akar Scutellaria baicalensis, dan hasil fermentasi kedelai dan Lactobacillus. Tujuh anti-bakteri natural ini mampu mencegah bakteri timbulnya jerawat aktif sehingga mampu melindungi dan menenangkan kulit.

CARA PAKAI
N+ Clear Toner bisa digunakan dengan 3 cara, yaitu:
1. Direct-apply dengan menyemprotkan secara langsung ke wajah yang sudah bersih.
2. Menggunakan kapas dengan menyemprotkan terlebih dahulu isinya ke kapas, kemudian mengusapkan kapas ke seluruh area wajah atau di tap-tap.
3. Menggunakan sheet mask khusus dengan menyemprotkan ke sheet mask, kemudian memasangkan ke wajah.

KARAKTERISASI PRODUK
Tekstur N+ Clear Toner ini adalah cair seperti air karena bentuk aslinya adalah cairan. Tidak berwarna aka bening dan memiliki aroma khas skincare dengan natural ingredients tanpa tambahan fragrance, sangat lightweight dan tidak mengganggu sehingga mampu memberikan efek relaksasi sekaligus ketika dipakai.

KESAN PEMAKAIAN PRODUK
Aromanya yang sangat natural jujur saja memberikan sugesti kepada aku sebagai pemakai bahwa produk ini betul-betul mengandung natural ingredients yang nggak abal-abal. N+ Clear Toner ini aku pakai 3x sehari, yaitu: pagi setelah mandi, sore setelah mandi, dan malam sebelum tidur. Pemakaiannya di tahap pertama skincare.

Kulitku menjadi terhidrasi setelah sebelumnya kulitku cukup kesat karena memakai sabun wajah untuk menghilangkan kotoran dan minyak berlebih di wajah. Kelembaban normal kulit asli juga dikembalikan tanpa memberikan efek berminyak (greasy). Beberapa jam pemakaian tanpa layering dengan produk lain, aku sih merasa kulitku jadi nggak gampang berminyak, seperti ditahan produksi minyaknya.

Aplikatornya yang semprot membuat produk ini sangat praktis dibawa dan efisien dipakai. Hanya saja aku agak bingung apakah karena tipe semprotan atau memang ingredientsnya, ketika disemprotkan ke kulit, partikel air dari produk ini tuh nggak langsung menyerap ke kulit. Butuh waktu cukup lama untuk tunggu produknya meresap, definisi bener-bener kayak air gitu loh. Kan air nggak cepet yak keringnya di kulit kalo nggak lagi matahari di ubun-ubun tuh. Buat temen-temen yang suka apply skincare step selanjutnya harus nunggu produk pertama kering, kayaknya bakal bete deh pakai ini. Tapi buat yang penganut "raup pakai skincare", I think it will be fine.

Pemakaian dalam jangka waktu lama lucky me bikin kulitku yang iritasi perlahan membaik. Mengurangi kemerahan. Memang aku layer pakai serum dan another skincare sih untuk sehari-hari, terutama malam. Aku pakai bakuchiol serum juga sebelum bobo. Tapi as a note, selama aku memakai N+ Clear Toner dengan atau tanpa layering, mukaku menunjukkan banyak hal positif ke arah membaik.
HARGA DAN BELI DIMANA?
Sejauh ini produk-produk skincare Korea aku selalu percaya beli di Charis, udah lama dan nyaman juga beli disini (not sponsored anyway). Cuma ya, memang udah nyaman. Mereka juga terus berkembang, sekarang officially beberapa produk-produknya juga udah ada yang bisa local shipping, jadi lebih murah di ongkos kirim. N+ Clear Toner ini juga local shipping loh!

Beli di hicharis.net/nadiahasyir/1ACe yaa.. Harga normalnya terakhir IDR 295.000 an. Tapi per hari ini aku cek di Charis lagi ada diskon jadi IDR 252.000 aja. 

IS THAT WORTH IT?
Menurutku sih dengan natural ingredients yang banyak banget dengan advance production dan hasilnya yang ngaruh di mukaku, worth to try banget sih.

PROS
- Ngaruh dan punya peran buat meredakan iritasi dan radang jerawatku.
- Melembabkan dan menghidrasi kulit
- Bentuk kemasan dan aplikator yang praktis tinggal semprot
- Watery based, nggak bikin kulit berminyak.

CONS
- Butuh waktu lama untuk produknya meresap (definis mirip air plek ketiplek)

Okay,
Aku rasa cukup untuk review-nya kali ini. Makasih banyak udah mampir dan semoga bermanfaat, bisa jadi referensi bagi kalian pejuang jerawat dan pecinta skincare!

Oh ya kalau nanti ada yang beli, tag / mention aku ya di Instagram @nadiahasyir.

Sampai jumpa!

Let's spread knowledge with love, ❤
Nadia Hasyir

Saturday, March 6, 2021

ANAK DEMAM DI KALA PANDEMI (NEWBIE MOM JOURNEY)

10:28 AM 0 Comments
Berbicara tentang kesehatan, di 2020 lalu doa terbesar dengan penuh harap saya adalah agar keluarga senantiasa diberikan kesehatan, berharap keluarga kecil saya tidak perlu didatangi jenis penyakit apapun supaya kami hanya perlu #StayAtHome saja. Atas izin Allah, ternyata anak laki-laki saya diberi sakit demam 2x dalam setahun kemarin.
Source: Canva

Sebagai newbie mom perasaan panik dan takut jelas menghampiri saya. Bagaimana tidak, baru punya anak, masih perlu banyak beradaptasi, datang penyakit di kala pandemi pula. Namun saya berjuang untuk tetap fokus dan rileks agar bisa membuat keputusan dan tindakan tepat untuk berupaya memulihkan kesehatan anak saya tanpa perlu datang ke tempat berobat (a.k.a puskesmas, klinik, dan atau rumah sakit).

DISCLAIMER, apa-apa yang saya lakukan selama anak demam di kala pandemi jangan dijadikan patokan untuk ditiru 100% tanpa dianalisis dulu ya, ma. Karena ini based on my story. Perlu ditelaah lagi, dikosnultasikan, dan didiskusikan dengan keluarga atau dokter sebelum betul-betul jika ingin diikuti. Kisah yang saya bagi sebagai newbie mom ini semoga bisa dijadikan pencerahan dan trigger semangat buat mama yang sedang berjuang yang mengupayakan anaknya agar sembuh dari demam.

1. Searching
Hidup di era digital membuat pikiran pertama saya jatuh kepada gadget. Saya melakukan pencarian keyword DEMAM PADA ANAK di situs pencarian online untuk mencari tahu penyebab demam pada anak secara general agar mendapatkan sedikit banyak hipotesis apa penyebab demam pada anak saya.
Source: Canva

2. Bounding dan Rajin Mengkompres
Namanya lagi nggak enak badan, anak pasti bawaannya ingin lebih diperhatikan. Saya berusaha berikan dekapan dan kasih sayang yang lebih ekstra agar membuat dia nyaman dan bounding antara ibu dan anak semakin kuat. Umumnya, demam pada anak akan lebih tinggi di malam hari. Selama itu saya usahakan rajin mengkompres baik dengan air hangat atau dengan menggunakan produk yang sering dijual di mini market.
Source: Canva

3. Tidak Terburu-Buru Memberikan Obat Penurun Panas
Sebagai alumni mahasiswi sains, saya percaya bahwa demam adalah bentuk respon tubuh manusia ketika tubuh mengenali, menghadang, dan melawan benda asing yang berusaha masuk ke tubuh dengan kerja antibodi manusia. Ya, karena saya mempercayainya, saya memberikan kesempatan untuk sistem imun anak bekerja melawan zat asing tersebut. Tidak terburu-buru memberikan obat penurun panas, saya lebih intens memberinya supply makanan minuman bergizi seimbang, suplemen, dan vitamin untuk membantu sistem imunnya bekerja.
Source: Canva

4. Berkonsultas dengan Dokter via Daring
Pada masa pandemi tahun lalu, ibarat mau belanja ke depan rumah aja takut, apalagi ke rumah sakit. Saya mengambil keputusan untuk berkonsultasi dengan dokter kenalan saya secara daring. Saya juga seringkali memanfaatkan aplikasi HALODOC di handphone untuk terhubung dengan dokter ketika memiliki keluhan terkait dengan kesehatan. Cara konsultasinya yang mudah membuat saya nyaman menggunakan aplikasi tersebut. Cukup sign in apabila sebelumnya sudah pernah melakukan sign up. Konsultasi dengan dokter umum biasanya gratis dan jika ingin konsultasi dengan dokter spesialis, pembayarannya bisa dilakukan menggunakan Go-Pay.
Source: Canva

Setelah berkonsultasi, dokter memberikan win win solution untuk dilakukan tes lab dengan sampel darah. Pengambilan sampel dilakukan di rumah dengan petugas menghampiri kediaman saya. Petugas ini bukan dari HALODOC, namun saya menghubungi laboratorium yang dekat dari rumah dan terpercaya oleh keluarga saya.

Fyi, waktu awal-awal pandemi saya juga pernah konsultasi melalui HALODOC terkait suplemen apa yang sebaiknya saya dan keluarga konsumsi selama pandemi. Setelah diresepkan oleh dokter, bisa ditebus langsung melalui aplikasi atau beli di apotek. Karena saya tinggal di daerah pinggiran perkotaan, akses untuk apotek HALODOC biasanya kurang mendukung. Jadi saya membeli melalui apotek terdekat namun dengan anjuran resep dokter yang sudah saya kantongi sebelumnya.

Hasil lab keluar, dengan sisa-sisa ilmu yang saya peroleh sebagai alumni mahasiswi sains, saya menganalisis data yang ada di dalam hasil lab tersebut dan tentu mengkonfirmasikannya ke dokter kenalan saya untuk meminta pencerahan. Setelah menganalisis data tersebut, alhamdulillah saya bisa mengetahui penyebab demam pada anak saya dan siap melanjutkan ikhtiar untuk pemulihan.

5. Memberikan Makanan dan Minuman yang Immuno-boosting untuk Anak
Saya tidak bisa menceritakan secara detail apa penyebab demam pada anak saya karena kepentingan privasi. Namun pada intinya, saya akhirnya memberikan supply makanan dan minuman yang menunjang agar defisit beberapa hal yang sudah diketahui dari hasil lab anak saya nilainya menjadi normal, yang mana goal akhirnya adalah sistem imunnya bekerja dengan semestinya demam menjadi turun.
Source: Canva

Alhamdulillah beberapa hari kemudian demam anak saya sudah turun dan dia bisa bermain dengan riang gembira kembali. Sekian secuil cerita pengalaman saya selama menjadi newbie mom. Semoga bermanfaat!

Selain hidup sebagai seorang ibu dan istri, saya juga memerdekakan diri saya untuk memiliki hak menjadi seorang individu. I express myself to do what do I love, doing my hobby, yaitu bikin konten seputar beauty positivity and self-love dan berbisnis hijab for mom n pakaian anak. Kindly check my Instagram to keep in touch with me @nadiahasyir @catberry.id.

See you, mama!
Let spread knowledge with love, ❤
Nadia Hasyir

Thursday, November 26, 2020

NOVEMBER FAVORITES 2020

1:55 PM 1 Comments
Assalamu'alaikum, beauties. Akhir bulan sudah datang dan karena lagi ada waktu untuk menulis, aku menyempatkan untuk mengisi blog ini supaya tidak usang. Tulisan kali ini aku akan membagikan ke kalian November Favorites 2020 aku, yaitu produk-produk apa aja yang aku suka di bulan November ini. Sebenarnya ada beberapa produk yang aku suka, tapi mengingat bulan depan kita sudah memasuki akhir tahun. Aku sudah berniat untuk membuat Makeup Collection & Skincare Collection 2020 di youtube. Aku punya 3 produk lipstick yang belakangan ini lagi aku suka banget dan aku akan menebar racun cinta produk lipstick yang lagi aku suka ini ke kalian. Siap-siap ya, hehe.
1. Indoganic Beauty Lip and Cheeck
Lipstick pertama yang aku suka datang dari brand lokal. To be honest, sebelum covid19 aku dikirimin Indoganic produk-produk mereka dan lipstick ini termasuk salah satunya. Memiliki konsep 2in1 product, selain sebagai alat makeup, lipstick ini juga telah mengandung beberapa ingredients skincare, sehingga ketika kita memakainya terasa sedang menggunakan skincare juga.
Aku memiliki 2 shades, ada: Natural Nude dan Rossy Red. Seperti namanya, natural nude untuk finish yang terkesan natural dan rossy red untuk finish red lips yang terkesan bold. Lipstick ini sangat melembabkan dan sangat mudah diaplikasikan ke bibir. Tidak membuat bibir kering. Fact, di dalamnya mengandung Jojoba oil, Shea butter, dan beberapa ingredients skincare lain sehingga betul-betul melembabkan. Aku nggak perlu lagi pakai lip balm sebelum pakai lipstick ini. Meski texturenya oily, tapi warnanya sangat pigmented untuk sekali swatch.
Lipstick ini transfer dan nggak tahan lama. Tapi untuk aku yang masih #StayAtHome hingga November ini, nggak transferproof justru membantu aku banget untuk cepet-cepet menghapus makeup ketika sudah saatnya di hapus. Beda lagi ya kan kalau kita lagi di luar rumah, ketemu banyak orang, mungkin aku akan membutuhkan matte lipstick.

Anyway, alasan aku suka lipstick ini selain dari pada kelebihan yang aku sebutkan tadi, teksturnya sangat light weight alias ringan dan ini bikin aku nyaman kek lagi sama dia. Iya dia, eh. Heheh.

2. Blackrouge Airfit Velvet Tint Beauty and Midnight (BAM)
Lipstick satu ini sebenarnya sudah pernah aku ulas di youtube channel aku bersama 2 lipstick dari Blackrouge dengan season yang berbeda. Ini lipstick dari Korean Brand. Season Blackrouge Lip produk ini sebetulnya ada banyak. Tapi yang aku punya selain BAM ini ada season blueming garden dan the red. Kenapa aku paling suka sama yang season BAM?
Sebetulnya agak nggak adil sih memilih BAM ini dibandingkan Blackrouge yang lain. Karena menurutku ketiganya punya formulasi yang sama. Perbedaannya ada di aroma, shade, dan desain kemasan. Tiap season tuh punya beberapa shade dan aku hanya punya 1 shade untuk 1 season. Season BAM ini aku punya yang A23. Warnanya ini berani, merah, tapi cenderung ke warna orange. Lebih masuk di kulitku untuk mendapatkan look makeup anak baik-baik dan natural. 
Pun sebetulnya aku cukup sulit memilih satu diantara ketiga lipstick dari Blackrouge yang aku punya ini. Ketiganya punya karakter tekstur velvet yang menawan banget. Jadi dia ini bukan liquid dan bukan pula creamy. Orang awam mungkin akan mengira teksturnya kering tapi sebetulnya tidak. Dia hanya cepat sekali ngeset di bibir ketika diaplikasikan. Typical menggumpal tapi mudah didistribusikan dan diblend. Aku biasa pakai di area bibir dalam dan aku tap tap ke arah luar untuk dipakai sebagai ombre lips, and it works. Karena tekstur velvet ini aku jadi bisa nyaman bikin ombre lips. Hal yang paling sulit terjadi ketika aku pakai liquid atau creamy lipstick. Biasanya aku suka kebablasan bikin full lips gitu.

Anyway, lipstick dari Blackrouge ini dia ngestain. Jadi ketika produknya sudah hilang dari bibir, entah kena minyak atau sudah dihapus, akan ada sedikit warna yang tertinggal. Which means itu bikin kita kelihatan lebih fresh ketika dalam keadaan no makeup.

3. Self Coding Lipstick
Aku punya shade XOXO dari lipstick ini. Masih dari Korean Brand, pertama yang bikin aku jatuh hati adalah kemasannya yang sangat anti mainstream dibandingkan dengan kemasan-kemasan lipstick pada umumnya. Warnya putih, desainnya tidak berisik, dan sangat elegan menurutku. Warna shadenya sendiri merah cenderung kemerahmudaan. Hasil looknya akan bold. Berbeda dengan 2 lipstick yang aku bahas sebelumnya, aku perlu memakai lip balm terlebih dahulu sebelum memakai lipstick ini. Karena kalau tidak, akan sangat susah diaplikasikan dan seringkali menimbulkan warna yang kurang sempurna dan merata. However, setelah selesai mengaplikasikannya, untuk mendapatkan makeup bold, shade XOXO ini juara sih.
Kemasannya paling mini dibandingkan dengan 2 lipstick sebelumnya. Jadi sangat travel friendly karena mudah disimpan di kantong.
So, tulisan ini aku buat untuk ikut berpartisipasi dalam monthly collaboration teman-teman HBBV (Hijabers Beauty Blogger Vlogger). Semoga teman-teman HBBV selalu solid. Kalau kalian pengen cobain 3 lipstick yang aku ulas tadi, ini rekomendasi online shop yang trusted dari aku yaa..
Indoganic Beauty: 
Blackrouge Airfit Velvet Tint BAM:
SelfCoding:

See you next time,
Let's spread knowledge with love.
Xoxo,
Nadia